Mengenal Ciri-Ciri Arsitektur Nusantara yang Khas dan Unik

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on google

Mengenal Ciri-Ciri Arsitektur Nusantara yang Khas dan Unik. Arsitektur nusantara adalah konsep desain bangunan yang merangkum keragaman bentuk yang mencerminkan karakter daerah dan warisan sejarah. Tapi dibalik keragamannya, ada beberapa ciri umum yang menjadi pertanda jika bangunan tersebut adalah arsitektur tradisional Indonesia. Jika anda ingin mengetahui apa saja ciri umum dari arsitektur di Indonesia, simak terus lanjutan pembahasan kali ini.

Ciri-Ciri Arsitektur Nusantara

Meski setiap daerah memiliki budaya yang berbeda-beda, tapi jika dilihat dari keseluruhan, ada beberapa ciri arsitektur nusantara yang membuatnya berbeda dengan arsitektur dari Negara luar. Meski tidak banyak yang menggunakan arsitektur khas Indonesia, tapi sebagai warga Negara yang baik, Anda tetap harus mencintai budaya kita sendiri. Maka dari itu, kenali dulu beberapa ciri arsitektur di Indonesia yang khas:

1.     Rumah Panggung

Rumah panggung adalah ciri pertama yang pastinya bisa Anda temukan dengan mudah pada rumah-rumah di Indonesia. Rumah panggung mendapatkan pengaruh India di zaman Hindu Buddha. Bentuk rumah di Indonesia memiliki pondasi tiang dan rumahnya dibangun di atas sebuah lempeng batu yang ditinggikan. Salah satu bukti jika rumah panggung sudah ada di zaman Hindu Budha.

Perlu diketahui, pemakaian tiang sebagai fondasi rumah memiliki banyak kelebihan apalagi Indonesia adalah Negara dengan iklim tropis. Jadi tiang akan menyelamatkan rumah dari banjir. Tidak hanya itu, celah yang ada di lantai bisa berfungsi untuk ventilasi pada saat cuaca sedang panas atau terik.

2.     Pemanjangan Bubungan Atap

Selain itu, arsitektur nusantara yang khas selanjutnya adalah pemanjangan bubungan atap. Banyak sekali rumah-rumah di Indonesia yang menggunakan pemanjangan bubungan pada atapnya seperti rumah yang ada di Minangkabau, suku batak karo hingga rumah bangsawan di Sulawesi. Pemanjangan atap adalah peninggalan peradaban kuno yang kemudian diteruskan menggunakan bentuk baru. Pemanjangan atap adalah identitas yang mempunyai makna khusus.

Maka dari itu, bentuk bubungan atap sangat beragam. Misalnya saja di rumah Batak Toba memiliki garis bubungan yang memanjang dengan membentuk kaso bersusun guna menghasilkan bentuk kipas kemudian diperkuat dengan menggunakan ikatan silang. Sedangkan di daerah lain seperti Suku Minangkabau memakai kerangka dan juga balok silang dengan kaso dan ikatan kecil guna membentuk atap yang bentuknya mirip seperti tanduk kerbau.

3.     Konstruksi Bangunan

Arsitektur khas Indonesia biasanya terbuat dari bahan seperti kayu, bambu, rumput ilalang, daun palem dan juga serat-serat tanaman. Kemudian, bahan-bahan tersebut akan disusun dengan cara yang alami guna memberikan perlindungan untuk para penghuninya.

Penggunaannya sendiri adalah menyusun seluruh bagian bangunan dengan menggunakan sebuah teknik penyambungan yang canggih tanpa paku tapi bisa diikat atau memakai pasak kayu. Ini adalah cara membuat rumah yang akan membuat rumah tersebut lebih kuat dan luas serta tahan terhadap gempa.

4.     Rumah Sebagai Perlambang

Rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal saja tapi menjadi perlambang yang dapat mempererat hubungan para penghuninya. Karena itu rumah dipercaya mempunyai karakter dan nyawa sehingga pembangunannya harus benar dan diikuti dengan doa dan upacara supaya yang menempatinya bisa sejalan dengan rumah yang didiami.

Itulah beberapa ciri-ciri arsitektur nusantara yang membuatnya terlihat berbeda dengan yang lain. Karena itu apabila anda ingin mendirikan sebuah bangunan, tidak ada salahnya menggunakan konsep serupa. Meski di Indonesia arsitektur tradisional kurang begitu diminati, tapi tetap saja sebagai warga Negara yang baik, kita harus ikut melestarikannya.

 

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

    Artikel Lainnya:

    Open chat