Berbagai Gaya pada Hiasan dalam Arsitektur

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on google

Berbagai Gaya pada Hiasan dalam Arsitektur. Hiasan dalam arsitektur merupakan hal yang tidak menekankan pada fungsi melainkan nilai estetika atau kecantikannya. Hampir semua benda memerlukan hiasan guna memberikan kesan mendalam termasuk dalam arsitektur. Ornamen atau hiasan berguna untuk menambah nilai estetika dalam desain arsitektur.

Beberapa Contoh Hiasan dalam Arsitektur

Hampir semua bangunan terdapat nilai seni di dalamnya. Bahkan ada juga yang menggunakan filosofi di beberapa sudut rumah. Tidak jarang, orang-orang memaknai setiap hiasan di rumah mereka. Biasanya mereka yang melakukan hal seperti ini memiliki jiwa seni yang cukup tinggi sehingga tak segan memberikan filosofi seni tersebut pada setiap sudut ruang bangunannya. Berikut ini beberapa contoh hiasan dalam arsitektur yang perlu diketahui:

1.     Ornamen Bizantium

Ornamen Bizantium merupakan sebuah ornamen yang hampir semua bagiannya mirip seperti arsitektur Romawi. Jika Anda memperhatikannya lebih dalam, terdapat ciri khas pada hiasan arsitektur Bizantium yaitu hias geometris nya. Ornamen Bizantium memiliki ornamen hias geometris tapi lebih tinggi kompleksitasnya. Inilah yang menjadi daya tarik dari ornament ini sehingga tidak kalah menarik dengan ornamen lain.

Tidak Cuma itu saja,hiasan di dalam ornament ini sudah dilengkapi dengan mosaic pengganti fungsi elemen dekorasi. Bangunan dengan ornamen ini memang tidak semewah baroque tapi tidak pula mengurangi daya tarik dan keindahannya. Penggunaan pola arsitekturnya yang khas bizantium banyak ditemukan pada bangunan tempat ibadah dengan popularitasnya yang tinggi hingga saat ini.

  1. Ornament Baroque

Ornament satu ini berasal dari salah satu Negara yang ada di Italia. Hiasan arsitektur Baroque memiliki eksplorasi bentuk yang begitu dramatis. Gaya ini lahir di masa Baroque atau tepatnya pada akhir abad ke 16. Semua yang melihat arsitektur bangunan dengan ornament Baroque akan mengatakan wah sebab kemegahan yang dimiliki pada bangunan tersebut.

Penampilan yang megah ini lahir dikarenakan proporsi besar atau disebut gigantisme. Gigantisme ini menjadi ciri khusus yang ada di masa Baroque. Baroque berkembang sampai menjadi inspirasi seseorang pada saat membuat atau mendesain bangunan. Karakteristik yang mencolok pada bangunan dengan desain baroque adalah adanya pilar atau pintu besar yang menjulang tinggi.

3.     Ornamen Gothic

Hiasan dalam arsitektur selanjutnya adalah ornament Gothic. Mungkin sebagian dari Anda ada yang sudah mendengar desain dengan tema ini. Pola yang digunakan masih sangat klasik. Ciri khasnya adalah kehadiran gubah yang bentuknya menjulang tinggi ke atas. Ada banyak contoh bangunan dengan gaya seperti ini salah satunya adalah Gereja Katedral yang berada di kota Jakarta. Hiasan yang ada di gereja ini adalah wujud arsitektur dengan tema gothic.

Tidak hanya itu, terdapat ornamen pada bangunan yang memperlihatkan jika bangunan ini masuk ke dalam arsitektur gothic. Terdapat ciri khas yang dapat dilihat dengan mudah pada gaya gothic yaitu patung yang pemasangannya membentuk diorama. Gaya ini biasanya diadopsi untuk bangunan-bangunan yang klasik dan sacral. Ini dikarenakan adanya pendapat jika gothic adalah hiasan untuk bangunan yang suci dan sakral.

4.     Arsitektur Minimalis

Penerapan arsitektur minimalis didasari oleh less is more. Jadi konsep yang digunakan adalah konsep simplicity. Perwujudannya dapat dibuktikan dengan adanya geometris yang sederhana, tidak ada hiasan berlebih, bahan yang digunakan pun sangat sederhana. Dengan konsep ini, repeti struktur bangunan terlihat teratur dan membuat arsitektur minimalis ini dapat mempertahankan kualitas bangunan.

Masih ada banyak lagi contoh hiasan dalam arsitektur yang sudah dikenal di berbagai penjuru dunia. Meski ada yang sudah lama, tapi tetap saja ornament-ornamen tersebut digunakan sampai sekarang. Semoga bermanfaat.

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

    Artikel Lainnya:

    Open chat