Mengetahui Sejarah Perkembangan Tentang Arsitektur Islam di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on google

Mengetahui Sejarah Perkembangan Tentang Arsitektur Islam di Indonesia. Sebelum agama islam masuk dan berkembang di Indonesia, negara kita sudah mempunyai corak kebudayaan yang dipengaruhi agama Hindu dan Budha. Dengan masuknya agama Islam maka Indonesia mengalami kembali proses bercampurnya bangsa-bangsa yang saling mempengaruhi atau akulturasi. Sementara itu perkembangan arsitektur islam di Indonesia dimulai sejak berdirinya masjid.

Sebelumnya banyak masjid yang diagungkan di tanah air namun tetap mempertahankan bentuk asalnya. Di mana bentuk asal masjid itu sendiri berupa candi Hindu atau Budha bahkan berbentuk pagoda Asia Timur. Selain itu pembangunan masjid juga kerap memakai konstruksi dan ornamentasi bangunan khas di mana masjid berada. Kendati demikian pada perkembangan berikutnya, arsitektur masjid lebih mengadopsi bentuk yang berasal dari Timur Tengah.

Seperti Apa Perkembangan Arsitektur Islam di Indonesia?

Perkembangan arsitektur islam di Indonesia dimulai dengan bentuk masjid yang secara perlahan-lahan mengalami perubahan. Adapun perubahan itu misalnya dalam bentuk atap kubah berbentuk bawang dan ornamen yang diperkenalkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Jika melihat dari masa pembangunannya, masjid begitu dipengaruhi oleh budaya yang masuk pada saat itu. Dahulu masjid khususnya di kawasan pulau Jawa mempunyai bentuk hampir serupa seperti candi Hindu Budha.

Ini terjadi lantaran akulturasi budaya di dalam daerah dengan budaya luar. Selain itu antara daerah satu dengan yang lain biasanya juga ada perbedaan terutama pada bentuknya. Hal ini dipengaruhi pula oleh kondisi budaya dan lingkungan setempat. Bentuk budaya sebagai buah dari tahap akulitasi tak hanya bersifat kebendaan atau material namun mencakup pula perilaku di masyarakat Indonesia. Hal tersebut bisa tampak pada bangunan masjid, istana dan makam.

Akulturasi Pada Arsitektur Islam di Negara Indonesia

Dalam wujud akulturasi arsitektur islam di Indonesia, lebih banyak terlihat pada bangunan gambar. Pada zaman dahulu umumnya masjid mempunyai atap yang berbentuk tumpeng atau atap bersusun ke atas semakin kecil dan tingkatan teratas berbentuk limas. Selain itu ada tambahan berpa kemuncak guna memberikan tekanan akan keruncingan yang bernama Mustaka. Ada juga kentongan atau bedug yang berguna untuk menyerukan adzan sebagai panggilan shalat.

Tak hanya bangunan masjid sebagai bentuk akulturasi budaya islam di Indonesia, hal serupa juga tampak pada bangunan makam. Ciri-ciri percampuran arsitektur islam pada makam ada beberapa hal. Misalnya saja makam kuno biasanya dibangun di atas bukit ataupun tempat yang tergolong keramat. Makamnya sendiri berasal dari bangunan batu yang kerap disebut sebagai Kijing atau Jirat. Biasanya terdapat rumah tersendiri yang disebut cungkup atau kubba.

Selain itu pada arsitektur islam di Indonesia untuk makam biasanya lengkap dengan tembok atau gapura yang menjadi penghubung antara makam satu dengan makan lain. Adapun bentuk gapura tersebut ada yang berupa kori agung dan ada juga berbentuk candi bentar. Biasanya didekat makan akan dibanng masjid. Jika demikian maka disebut masjid makam dan umumnya ini merupakan makam para wali ataupun raja.

Contoh dari masjid seperti itu adalah Masjid Agung Demak. Pada bangunan masjid tersebut memiliki bangunan-bangunan induk serta serambi. Pada bangunan induk terdapat empat ruang utama yang bernama saka guru. Sementara itu bangunan serambi adalah bangunan terbuka yang bagian atasnya berbentuk limas. Di dalam kompleks masjid ada sejumlah makam raja kesultanan dan para abdinya.

Seperti itulah arsitektur islam di Indonesia pada zaman dahulu yang kental dengan bentuk kuno namun tetap bernilai sejarah. Kini Anda bisa menggunakan arsitektur islam modern untuk banyak hal termasuk dalam desain sebuah rumah.

 

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

    Artikel Lainnya:

    Open chat