Mengenal Seperti Apa Sejarah Arsitektur Islami di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on google

Mengenal Seperti Apa Sejarah Arsitektur Islami Di Indonesia. Arsitektur islam merupakan salah satu contoh dari kebudayaan islam yang merupakan hasil manusia. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri baik jasmani maupun rohani. Arsitektur islam adalah bangunan yang dapat menampung berbagai kegiatan manusia sehingga arsitektur bisa memenuhi kebutuhan jasmani. Sedangkan kebutuhan rohani karena arsitektur mempengaruhi kejiwaan manusia.

Benar, arsitektur Islam merupakan salah satu bentuk kebudayaan Islam yang menekankan pada prinsip-prinsip dan ajaran-ajaran agama Islam dalam perencanaan, desain, dan pembangunan bangunan. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani manusia. Arsitektur Islam tidak hanya sekedar menampung berbagai kegiatan manusia, tetapi juga dapat mempengaruhi kejiwaan manusia dengan menciptakan suasana yang nyaman dan sejuk serta mengangkat nilai-nilai spiritual. Beberapa contoh bangunan yang merupakan bagian dari arsitektur Islam adalah masjid, madrasah, rumah ibadah, dan rumah sakit. Bila ingin mengetahui sejarah arsitektur islam di Indonesia, coba simak dulu penjelasan di bawah ini.

Mengenal Sejarah Arsitektur Islami di Indonesia

Sebelum Islam masuk ke Indonesia, sebenarnya Indonesia sudah mendapatkan sentuhan kebudayaan agama Hindu dan Budha. Dengan masuknya Islam maak Indonesia mengalami proses yang namanya akulturasi atau bercampurnya dua kebudayaan atau lebih. Percampuran ini membuat kebudayaan baru yakni kebudayaan islam. Masuknya islam bukan berarti kebudayaan Budha dan Hindu di Indonesia hilang begitu saja.

Ajaran Islam masuk ke Indonesia ketika pedagang dari Arab, Cina, Parsi dan India datang ke Indonesia. Sesudah itu, penyebaran islam pun dilakukan oleh banyak kerajaan islam di Nusantara lewat perdagangan, perkawinan hingga peperangan. Saat ini ada banyak sekali bangunan masjid di Indonesia yang bentuk asalnya tetap dipertahankan. Bentuknya masih menyerupai bangunan candi.

Pada perkembangan selanjutnya, konstruksi atau bangunan masjid mulai berubah dan mengadopsi budaya dari Timur Tengah misalnya atap kubah bawang serta ornamen yang dikenalkan di masa Pemerintahan Hindia Belanda. Jika dilihat dari pembangunannya, masjid di Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya yang masuk ke daerah tersebut. Dulu, masjid-masjid yang ada di pulau jawa punya bentuk yang sama seperti candi. Ini dikarenakan terjadinya percampuran budaya.

Contoh Wujud Akulturasi Seni Pada Bangunan

Wujud akulturasi yang ada di dalam seni bangunan bisa dilihat pada bangunan masjid, istana, makam dan sebagainya. Berikut ini informasi lebih lengkap mengenai contoh wujud akulturasi seni pada bangunan bila Anda ingin semakin mengenal sejarah arsitektur islam di Indonesia:

1. Masjid Aceh

Pertama, Anda bisa melihat wujud akulturasi pada masjid kuno yang ada di Aceh. Jadi jika pernah melihat masjid Aceh, terdapat atap yang bentuknya tumpang yakni atap tersebut tersusun semakin ke atas semakin mengecil. Tingkatan paling atas dibuat dalam bentuk limas. Atapnya memiliki jumlah ganjil mulai dari 1,3 hingga 5. Biasanya ditambah kemuncak yang digunakan untuk memberikan tekanan pada keruncingan atau yang disebut mustaka.

2. Bangunan Makam

Selain masjid Aceh, Anda juga bisa melihat wujud akulturasi tersebut pada bangunan makam kuno yang dibangun di tempat-tempat keramat atau di atas bukit. Makam tersebut dibuat dari batu atau yang disebut kijing. Nisannya pun dibuat dari batu. Biasanya dibangun di rumah tersendiri. Di dekat makam dibangun masjid yang dinamakan masjid makan. Biasanya makam yang ada masjidnya adalah makam raja atau para wali.

3. Masjid Agung Demak

Dan bentuk ketiga bagi Anda yang ingin melihat akulturasi islam di Indonesia adalah Masjid Agung Demak. Ini adalah masjid tertua yang ada di Indonesia. Letaknya sendiri di Demak, Jawa Tengah. Masjid ini dipercaya sebagai tempat berkumpulnya penyebar agama islam atau para ulama dan wali. Pendiri masjid ini adalah Raden Fatah yang merupakan raja pertama yang ada di Kesultanan Demak.

Jadi itulah sejarah arsitektur islam di Indonesia yang sangat menarik untuk diketahui. Saat ini ada banyak sekali bangunan-bangunan arsitektur islam yang tidak hanya ada di Indonesia tapi tersebar hingga ke berbagai belahan bumi di dunia.

Anda memimpikan memiliki rumah atau bangunan dengan gaya arsitektur Islami? Konsultasikan kebutuhan dan keinginan Anda tentang desain rumah yang islami dengan tim kami di Mulia Arsitek, untuk mendapatkan desain interior dan eksterior yang Islami. Hubungi Admin kami di WA kami yah, wa.me/628112648986

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar Terbaru

    Artikel Lainnya:

    5 Elemen Penting Gaya Victoria

    Bagi Anda yang anti-dekorasi modern dan mendambakan ruang yang romantis dan nyaman ala Eropa, maka gaya Victoria sangat cocok untuk mengembalikan rumah Anda ke era

    Read More »

    Di Balik Gaya: Dekorasi Maroko

    Gaya bohemian adalah pilihan ideal bagi orang yang ingin merangkul gaya dan tema dari banyak budaya dan disiplin ilmu. Dalam hal desain interior bohemian, tidak

    Read More »

    Mihrab

    Ciri khas arsitektur masjid adalah mihrab. Mihrab adalah ceruk yang menjorok ke tempat imam memimpin sholat. Arah mihrab juga biasanya menunjukkan arah menuju kiblat. Mihrab

    Read More »

    Split Level

    Rumah split level adalah rumah dengan ketinggian lantai yang berbeda di sebagian besar ruangan. Secara umum, ketinggian “split” adalah setengah dari tinggi normal lantai. Sebuah

    Read More »
    WARNA MAMBA 01

    Warna Mamba Sang Mistik Penuh Emosi

    Pernahkah Anda mendengar istilah “cewek mamba”? Cewek mamba sendiri mengacu pada gaya berbusana yang identik dengan nuansa hitam. Jadi mengapa bisa dipanggil cewek mamba? Kata

    Read More »
    Open chat