fbpx

6 Material Table Top Paling Populer dan Tidak Akan Ketinggalan Zaman

Dalam dunia desain interior kita mengenal banyak jenis material dan kali ini kita akan membahas tentang jenis table top yang sangat populer.

Yang dimaksud table top disini adalah finishing untuk meja makan, meja kerja, meja rias, hingga kitchen set lengkap. Kalau Anda bingung mau pakai material table top apa, mari kami beri pilihan table top yang paling populer dan dicari.

1. HPL. Ini yang paling ekonomis dan motifnya beragam.

top table 1
Sumber gambar : Pinterest

High Pressure Laminates (HPL) merupakan material finishing interior yang sangat populer saat ini. Permukaan laminasi halus dan terbuat dari bahan mirip plastik sehingga ringan dan tahan air. Table top HPL ini cocok untuk dapur kecil dan pantry.

Kelebihan HPL adalah Tahan gores, Perawatan sangat mudah, Harga ekonomis, Mudah diperbaiki atau diservis, Banyak pilihan warna dan motif, Proses pengerjaan relatif cepat, dan Permukaannya Tahan Air.

Sementara itu, kekurangan HPL diantaranya Mudah “compel” bila “skill” tukang yang memasang kurang baik (bukan profesional); Tidak terlalu tahan terhadap panas yang berakibat HPL lepas atau “kembung”; Tidak cocok untuk outdoor; Warna dasar hitam/coklat gelap yang membuat sudut-sudut furniture sering terlihat garis hitam apalagi jika warna HPL-nya terang; dan Terkesan “pasaran” karena banyak penyedia jasa interior yang menggunakan HPL sebagai pilihan finishing sehingga hal ini membuat HPL kadang terkesan pasaran atau sudah banyak yang pakai. Namun tak perlu khawatir, kekurangan HPL bersifat relatif dan bisa diatasi dengan tenaga ahli yang terampil dan desain furniture atau interior yang baik. Dengan desain yang baik, maka furniture HPL akan tetap terlihat mewah dan elegan.

2. Granit tile. Biasa ukuran yang dipakai adalah 60×60, 80×80, atau 60×120.

table top 2
Sumber gambar : snmsewadal.org

Granit tile adalah material yang punya ketahanan lebih kuat dan lebih lama jika dibandingkan dengan keramik. Daya tahannya meliputi tahan tekanan, tahan goresan, serta tahan noda. Karena terbentuk dari bahan-bahan premium seperti tanah liat, pasir silika, feldspar, stain (pewarna), yang melibatkan proses pemolesan dengan batu abrasive maupun dilapisi dengan glazur, granit tile dapat menyajikan tampilan yang lebih mewah, estetik, dan unik.

Namun dibalik keunggulannya yang luar biasa, tentu butuh effort yang lebih jika Anda menggunakan granit tile. Bahan-bahannya yang premium dan proses pembuatannya yang lebih teliti menyebabkan granit tile memiliki harga sedikit lebih tinggi. Namun, hal itu tentu sepadan dengan kualitasnya yang baik. Selain itu, Anda juga perlu membayar untuk jasa instalasinya supaya dapat terpasang dengan pas.

3. Solid surface bahan sintetis yang dibuat dengan cara dicetak, sehingga bentuknya fleksibel.

table top 3
Sumber gambar : recommend.my

Solid surface atau lebih sering disebut sebagai granit olahan terbuat dari acrylic yang diproses sehingga menjadi keras. Kualitas solid surface sebagai material table top bisa dibilang paling bagus dibandingkan dengan granit dan marmer. Kebalikan dari granit, solid surface bobotnya ringan dan tidak berpori sehingga kehigienisan area table top dapat terjaga karena cairan tidak dapat terserap ke dalamnya. Selain itu, material ini juga mudah dibentuk sesuai dengan hasil yang diinginkan, sehingga hasil tampilan akhir table top menjadi mulus dan apabila ada sambungan tak akan terlihat.

Kekurangannya, Terlalu Licin, Harga Cenderung Mahal, dan Mudah Tergores.

4. Batu-batuan, misalnya marmer, granit, atau quartz

MARMER

top table 4-1
Sumber gambar : GAP Marmer

Marmer, sama seperti granit, asalnya dari batu alam. Namun kualitas marmer jauh di bawah dari solid surface dan granit. Selain memiliki pori yang bisa menyerap kotoran, selain itu jika terkena air dan lembab juga akan mudah berjamur dan mengurangi kehigienisan area table top. Meskipun demikian, jika Anda rajin dalam membersihkan dan merawatnya, material ini dapat dipertimbangkan karena harganya yang paling murah diantara batu alam lainnya.

Marmer sangat cocok untuk area memasak dan table top karena kemampuannya menahan panas. Namun karena sifat alaminya sangat berpori, sehingga perawatan dan pemeliharaan lebih diperlukan. Marmer perlu dibersihkan secara teratur karena tumpahan cairan seperti kopi atau jus jeruk dapat menyebabkan noda permanen.

GRANIT

table top 4-2
Sumber gambar : Rumah.com

Granit berasal dari batu alam. Kekuatan granit sangat tinggi dibandingkan dengan solid surface dan marmer. Bahannya keras, tahan panas dan mudah dibersihkan. Namun, granit masih memiliki pori. Pori-pori pada granit sebagai alas table top kitchen set dapat menjadi tempat tumbuh kembang kuman dan bakteri. Hal ini disebabkan kotoran dari sisa makanan yang meresap dan mengendap di dalam pori-pori granit tersebut. Akibatnya table top kitchen set pun dapat tercemar bakteri.

Granit yang kaku dan tidak bisa dibentuk juga menjadi salah satu kelemahan lainnya karena jika disambung akan terlihat jelas garis sambungannya. Jenis granit sangat beragam, diantaranya granit california yellow, star white, crystal pink, black gold, polycrom, nero absolut dan masih banyak lagi lainnya.

Di samping kualitas tahan panas yang luar biasa, granit sangat solid sehingga sangat aman dari goresan atau bahkan anti pecah. Namun, Anda harus berhati-hati dengan produk pembersih yang Anda gunakan karena dapat mengikis permukaannya seiring waktu. Mirip dengan Quartz, Granit menjadi favorit para interior designer untuk menjadi lapisan table top dan kitchen set di dapur untuk menampilkan kesan mewah dan eksklusif.

QUARTZ

table top 4-3
Sumber gambar : HouseLogic

Quartzite atau biasa disebut Quartz adalah mineral alami yang terdiri dari silikon, oksigen, debu kuarsa yang digabungkan dengan bahan alami dan sintetis lainnya untuk membuatnya keras dan tahan lama. Jika Anda mencari permukaan meja yang tidak mudah retak, tergores, atau pecah, selain juga desainnya yang elegan, Quartz adalah pilihan yang ideal. Batu ini juga tidak berpori yang berarti tahan terhadap noda, tahan terhadap tumpahan jus, minyak, kopi, dan tumpahan makanan minuman lainnya.

Namun, jika anggaran Anda terbatas, Anda mungkin ingin mempertimbangkan opsi alternatif karena semua aspek hebat Quartz datang dengan biaya tinggi. Dan meskipun Quartz sebenarnya tahan panas, tetapi memiliki resiko perubahan warna atau kerusakan permanen pada permukaannya apabila Anda meletakkan peralatan masak panas atau minuman panas di atasnya.

5. Quadra atau Sintered stone.

table top 5
Sumber gambar : ProQuartz Countertops

Quadra merupakan a man made stone atau batu buatan manusia yang sangat keras layaknya batu alam. Secara teknis, quadra disebut sintered stone slab, yang artinya merupakan campuran bahan bebatuan berkualitas yang dipadatkan dengan tekanan tinggi, lalu dibakar dengan suhu sangat tinggi. Mekanisme proses pembuatan tersebut menjadikan quadra sangat padat, keras, sekaligus tidak berpori.

table top 5-2
Sumber gambar : CaraGreen

Pelapis jenis ini mudah diaplikasikan pada setiap bangunan, baik interior maupun eksterior. Apabila quadra terkena tumpahan bumbu dapur, minuman, dan noda apapun, mudah sekali dibersihkan tanpa meninggalkan noda tersisa sama sekali. Ini kelebihannya kalau dibandingkan dengan batu alam yang lain karena batu alam tidak begitu tahan noda. Mungkin setelah dua sampai tiga tahun, batu alam perlu dipolish, sedangkan quadra tidak.

Kekurangan Quadra diantaranya, yaitu Membutuhkan Instalasi Profesional [Bukan Bahan Proyek DIY] dan Perbaikan yang Mahal.

6. Kalau mau tampilan mewah dari batu buatan, bisa pakai Dekton dan Silestone.

Dekton merupakan material komposit atau batu rekayasa yang memiliki tampilan batu alam yang realistis. Jika Anda menginginkan atau membutuhkan table top yang tidak mudah rusak karena panas dan noda, Dekton adalah pilihan yang tepat. Kelebihan Dekton adalah dapat diaplikasikan untuk indoor maupun outdoor; tahan terhadap abrasi dibandingkan granit dan porselen; tahan gores dan benturan; tahan bahan kimia; tahan sinar UV; tahan api dan panas; tahan air dan noda; serta ringan. Finishing Dekton dapat dibuat ultra-glossy, hingga matte atau beludru. Dekton tidak menyerap noda, dan hampir tidak menyerap kelembaban karena tidak berpori, sehingga perawatannya mudah dan higienis karena tidak akan ada kuman ataupun bakteri yang bersarang jika permukaannya dibersihkan dengan benar. Sedangkan kekurangannya antara lain, mahal; ketersediaan terbatas; desain dan warna terbatas; mudah retak; dan sulit untuk diperbaiki.

table top 6
Sumber gambar : Work-tops.com

Material pilihan lainnya adalah Silestone. Kelebihan Silestone hampir sama seperti Dekton, diantaranya Permukaan tidak berpori; Sangat higienis; Warna beragam; Tingkat pemeliharaan yang sangat rendah; serta Daya Tahan yang sangat keras dan tahan lama sehingga tidak mudah pecah atau retak. Sedangkan kekurangannya adalah tidak tahan pada bahan kimia keras yang mengandung amonia atau pemutih karena dapat merusak permukaan table top dan mengurangi kilapnya. Sebagai gantinya, gunakan sabun dan air untuk membersihkan. Jika meja Anda secara tidak sengaja terkena bahan kimia ini, netralkan efeknya dengan air. Selain itu, kekurangan silestone lainnya adalah bobotnya sangat berat dan padat, serta dibatasi hanya untuk penggunaan di dalam ruangan karena resin di dalamnya tidak stabil terhadap sinar UV.

Konsultasi Arsitektur Rumah di Mulia Arsitek

Konsultasikan kebutuhan dan keinginan Anda tentang desain bangunan dengan tim kami di Mulia Arsitek untuk mendapatkan desain interior dan eksterior terbaik. Hubungi Admin di WA kami, wa.me/628112648986

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya: