Rumah Belanda, Hunian Jadul Klasik nan Elegan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Share on google

Peninggalan rumah zaman Belanda, masih ada di beberapa daerah di Indonesia. Anda bisa menemukan rumah era Belanda di daerah seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, dan lainnya. Jejak-jejak kolonialisme ini jelas tersirat dalam arsitektur rumah-rumah zaman Belanda yang lazim dijumpai pada rumah-rumah di kota besar.

Arsitektur rumah dari zaman Belanda memberikan kesan klasik dan elegan. Jika Anda ingin mengadaptasi gaya rumah Belanda agar sesuai dengan arsitektur hunian Anda, berikut penjelasan detail mengenai rumah bergaya Belanda:

Sejarah Rumah Belanda

Rumah Belanda di Indonesia identik dengan atap limas berwarna putih, namun banyak orang salah mengartikan rumah jenis ini sebagai rumah khas Belanda. Padahal rumah dengan arsitektur khas ini merupakan rumah asli Indonesia berarsitektur Belanda dan dibangun pada masa penjajahan Belanda.

Rumah Belanda di Indonesia memiliki atap tropis. Sedangkan rumah-rumah asli Belanda di negaranya sangat erat kaitannya dengan arsitektur Eropa kuno yang dihiasi bata merah dan beratap segitiga. Dengan demikian, rumah zaman Belanda yang saat ini ada di Indonesia dan sering dikaitkan dengan Belanda adalah rumah asli Indonesia yang dibangun pada masa penjajahan Belanda. Seiring berjalannya waktu, model ini menjadi ciri khas rumah klasik.

Rata-rata rumah bergaya Belanda tersebar di kawasan elit seperti Menteng, Kota Lama Semarang dan Jalan Setiabudi, Bandung.

Karakteristik Rumah Belanda

Beberapa ciri memang identik saat melihat rumah bergaya kolonial ini. Salah satunya adalah tampilan fasad rumah yang khas, yakni kental dengan luas tanah dan bangunan yang besar. Selain itu, pola pintu utama juga identik dengan ciri khas etnik Betawi. Berikut beberapa ciri rumah Belanda yang bisa Anda lihat:

  • Umumnya berukuran besar dengan halaman depan yang luas
  • Setiap ruangan simetris
  • Furnitur yang digunakan cenderung klasik dan terbuat dari kayu jati
  • Memiliki langit-langit yang tinggi
  • Fasad sering dihiasi dengan kolom beton
  • Aksen jendela kuno menghiasi bagian penting eksterior dan interior rumah

7 Tips Menerapkan Gaya Rumah Belanda

Jika Anda tertarik mengadaptasi rumah bergaya Belanda, berikut 7 tips yang bisa diterapkan:

1. Bangun rumah di sebidang tanah yang luas

Rumah bergaya Belanda identik dengan halaman depan yang luas. Jadi, jika ingin membangun rumah Belanda ini, disarankan untuk membangunnya di lahan yang luas. Minimal 150m2 memiliki taman depan yang luas agar highlight rumah Belanda terlihat kental.

Meski tidak mutlak, rumah-rumah bergaya Belanda seringkali memiliki halaman yang luas dan tidak berpagar, sehingga siapa saja bisa langsung mengagumi keindahan bangunannya.

Bayangkan memiliki hunian dengan sentuhan klasik yang elegan dengan taman yang asri dan luas. Tentu saja, orang akan tertarik ke tempat tinggal Anda.

Jika Anda memiliki lahan yang luas, membangun rumah ala Belanda bisa menjadi pilihan. Namun jika Anda tidak ingin membangun rumah ala Belanda dari nol, Anda bisa membeli rumah dengan konsep serupa.

2. Pilih material yang kuat dan kokoh

Salah satu ciri yang membedakan dari rumah bergaya Belanda ini adalah bangunannya yang terkesan kuat dan kokoh meski tergerus oleh waktu. Semakin lama bangunan itu bertahan, akan semakin indah berkat nuansanya yang terlihat elegan dan unsur sejarahnya.

Kekokohan bangunan khas Belanda tentunya bukan tanpa alasan, karena rumah Belanda menggunakan material yang kokoh seperti batu bata yang tebal.

Untuk membuat rumah lebih sejuk, rumah gaya Belanda menggunakan dua atau lebih lapisan tembok yang membuat dinding terlihat lebih tebal. Dinding yang tebal dapat menyerap panas dengan baik, sehingga bagian dalam rumah akan menjadi lebih sejuk.

Konstruksi rumah bergaya Belanda juga dibuat sekokoh mungkin, mulai dari pondasi batu hingga atapnya. Lantai juga sering menggunakan bahan granit/marmer sehingga lebih awet.

3. Pilih furnitur jati klasik

Jika Anda ingin mengadaptasi rumah kolonial ini, pilih furnitur kayu jati klasik. Jati adalah pilihan yang tepat untuk kualitas dan daya tahannya. Sesuai dengan pondasi bangunan ini, mediumnya kokoh dan tahan lama untuk berdiri hingga saat ini.

4. Tambahkan jendela besar

Rumah Belanda cenderung memiliki jendela besar. Karena rumah Belanda biasanya memiliki lahan terbangun yang cukup luas dengan kesan megah, sehingga jendela juga menyesuaikan dengan ukuran bangunan.

Kehadiran jendela yang lebar juga dapat memperlancar sirkulasi udara di dalam ruangan dan juga untuk menangkap sinar matahari dari luar.

Seperti yang kita ketahui bersama, rumah yang sehat pasti membutuhkan cahaya yang cukup. Menariknya, rumah bergaya Belanda ini didesain untuk menciptakan suasana yang ideal sebagai tempat tinggal.

5. Bangun rumah satu lantai

Ciri lain dari rumah Belanda adalah jumlah lantainya. Rumah kolonial yang besar dan luas biasanya hanya memiliki satu lantai.

Rumah-rumah Belanda jarang yang bertingkat, karena kebutuhan ruang seringkali terpenuhi dengan hanya memiliki satu lantai.

Meski hanya ada satu lantai, rumah ini umumnya luas luar dalam. Sehingga tidak ada rasa sempit atau sumpek, apalagi rumah ini seringkali memiliki teras yang agak luas.

6. Atap yang tinggi

Keistimewaan lain dari rumah bergaya Belanda lainnya adalah atapnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan desain minimalis atau modern.

Atap yang tinggi juga dapat membuat sirkulasi udara menjadi lebih lancar, sehingga setiap ruangan yang ada akan terasa lebih sejuk. Trik ini juga yang membuat rumah ala Belanda semakin nyaman dan sejuk.

7. Desain yang elegan

Menariknya adalah rumah bergaya Belanda memiliki desain elegan tanpa terlalu ribet. Komposisi warna, material dan bentuk menyatu dengan sempurna, sehingga mampu menciptakan kesan glamour dan klasik tanpa menggunakan detail emas atau ukiran.

Meski terkadang detailnya rumit, namun tidak mendominasi tampilan bangunan. Sebaliknya, kehadiran garis-garis yang tegas memberikan tampilan bangunan yang lebih kuat dan berwibawa.

Semakin lama digerus waktu, semakin bagus tampilan bangunannya. Inilah salah satu hal yang menarik dari rumah bergaya Belanda.

Cara Merawat Rumah Jaman Belanda Agar Awet

Meski dibangun dengan pondasi yang kokoh, rumah ini juga membutuhkan perawatan yang baik agar keindahannya tetap terjaga. Simak beberapa cara merawat rumah Belanda ini agar tahan lama:

  • Pengecatan ulang setiap 5 hingga 10 tahun
  • Bersihkan area yang mudah terkena air dan debu agar tidak berjamur
  • Selalu bersihkan rumah secara rutin agar tetap bersih dan rapi
  • Jika beton atau dinding rusak, maka harus segera diperbaiki agar tidak merembet ke area lain

Itulah penjelasan detail mengenai rumah klasik belanda dan tips merawat rumah ini. Rumah bergaya Belanda memang menjadi salah satu konsep yang populer dan tidak akan pernah ketinggalan zaman. Dan dari bangunan ini bisa mengingatkan kita akan kehebatan sejarah di masa lalu.

Konsultasi Arsitektur Rumah di Mulia Arsitek

Konsultasikan kebutuhan dan keinginan Anda tentang desain bangunan dengan tim kami di Mulia Arsitek untuk mendapatkan desain interior dan eksterior terbaik. Hubungi Admin di WA kami, wa.me/628112648986

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya: